Satu di dalam perbedaan

Pohon Thayyibah, Lebah vs Katak, dan Anjing


Keteladanan menjadi faktor penting dalam mendidik anak, jika orang tua jujur, berakhlak mulia, menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan agama maka anak juga akan tumbuh dengan akhlak yang mulia

“Tidakkah kamu perhatikan cara bagaimana Allah menampilkan perumpamaan ucapan yang baik seperti pohon yang baik akarnya menghujam teguh ke dalam tanah. Sedangkan dahannya menjulang tinggi ke angkasa.
Dia menghasilkan buah berkepanjangan dengan izin Tuhannya, Allah menampilkan perumpamaan- perumpamaan itu untuk manusia. Semoga mereka bertambah ingat juga QS 14 (Ibrahim): 24-25.
Dan Allah mewahyukan pada lebah bersaranglah di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan pada bangunan-bangunan lainnya yang dibuat manusia. Dan makanlah olehmu bermacam-macam sari buah-buahan dan tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan Tuhanmu dengan lancar.
Dari perut lebah keluar minuman berupa madu yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan” QS 16 (An Nahl): 68-69
Semoga tulisan ini dapat menjadi penyejuk hati, bahan renungan untuk kita setelah sekian lama pikiran dan waktu kita disibukkan dan disita oleh berita-berita tentang Skandal Century. Berita itu yang membuat kita bingung dan muak karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, serakah, saling tuding.
Terutama tulisan ini akan mengingat kita pada satu sosok laki-laki yang di masa hidupnya begitu akrab dengan media. Dia dikenal sebagai orang yang selalu memperjuangkan kebenaran dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Dia adalah almarhum DR Mansyur Semma SIP MSi.
Beberapa bulan yang lalu ketika saya (Ny Mansyur Semma) bersama anak-anak ziarah ke makam almarhum yang terletak di desa Patte’ne, Maros, oleh penjaga makam kami mengetahui bahwa baru saja salah satu stasiun televisi lokal datang mengambil gambar makam almarhum. Kemudian informasi selanjutnya datang dari seorang teman yang menonton acara di stasiun televisi tersebut bahwa almarhum adalah termasuk salah satu kritikus pers.
Walaupun tanpa pemberitahuan ke pihak keluarga, kami sekeluarga berterima kasih atas penghargaan itu. Memang diakui almarhum adalah termasuk seorang pejuang kemanusiaan, tokoh idealis yang selalu melawan kebijakan yang tak berpihak, dan tidak gentar dalam mempertahankan hal-hal yang dianggap benar.
Maret 2010
Hingga matahari menampakkan dirinya saya belum beranjak dari sajadah, terkirim surah Yasin dan doa untuknya semoga senantiasa tenang di tempat istirahatnya sambil menunggu hari yang dijanjikan Allah ketika semua ciptaanNya akan berkumpul di tempat di mana semua akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Banyak hal yang mengingatkan saya tentang dia terutama pesan-pesan, nasihat-nasihat ketika usai salat jamaah atau ketika kami sedang duduk mendiskusikan hal-hal yang lagi hangat dibicarakan.
Dan hal inilah yang membuat saya menulis ini karena perumpamaan-perumpamaan di bawah ini sangat sesuai dengan keadaan yang menimpa bangsa ini. Mari kita menyimak dan kemudian merenungkan kebenaran dari Firman Allah yang tersebut di atas.
Suatu saat almarhum meminta saya untuk membacakan sebuah buku tentang bagaimana menjadi pribadi Muslim teladan, kemudian dia bertanya “Apakah kamu tahu apa yang dinamakan pohon thayyibah?” Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah menggambarkan kepribadian mukmin sebagai pohon thayyibah.
Dalam benakku terlintas bahwa itu adalah pohon kurma, aku ingin mengatakannya tetapi aku segan, karena mereka adalah pembesar kaum. Ketika mereka diam saja, Rasulullah SAW berkata: itu adalah pohon kurma ( HR Muslim).
Mengapa pohon Kurma? Pohon kurma adalah pohon yang multiguna dengan segala fungsi, semua bagian pohonnya mulai dari akar, batang, daun, buah, kayu semuanya bermanfaat bagi manusia. Pohon thayyibah memiliki ciri khas. Pertama, ashluha tsaabitun (akarnya menghujam ke dalam tanah) yang menggambarkan keimanan yang tertanam secara mendalam ke dalam lubuk sanubarinya.
Karena makna iman adalah kokoh penuh keyakinan tanpa syak dan tidak dicampuri keraguan serta memberi pengaruh pada pandangan hidup, mengarahkan tingkah laku, perasaan dan pola pikir (fikrah). Iman bukan sekadar ucapan lidah, bukan sekadar perbuatan dan bukan pula sekadar pengetahuan tentang rukun iman akan tetapi iman yang sempurna adalah, tashdiq bil qalbi, ikrar bil lisan, dan amalun bil jawarihi.
Kedua, far’uha fis samaa (batang dan rantingnya tinggi menjulang ke langit/ke angkasa). Menggambarkan seorang Muslim menyerahkan seluruh ibadahnya secara total kepada Allah, secara vertikal menjulang ke langit. “Makna ibadah adalah setiap ucapan dan perbuatan yang dicintai Allah dan di ridhaiNya, baik lahir maupun bathin” (Ibnu Taimiyah).
Ibadah dalam Islam adalah mencakup seluruh aspek kehidupan, karena tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah dan mengabdikan diri. Beribadalah kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihatNya, maka jika engkau tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Allah melihatmu” (HR Muslim)
Ketiga, tu’ti ukulahaa kulla bi idzini rabbiha (memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya). menandakan sosok seorang Muslim yang mempunyai pribadi yang senantiasa menebarkan akhlak mulia di tengah umat.
Sungguh menakjubkan perumpamaan di atas, sebagai agama yang sempurna Islam memiliki konsep tentang kepribadian yang patut diteladani. Keteladanan adalah suatu metode influentif yang tidak diragukan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk nilai-nilai moral yang tinggi dalam masyarakat khususnya dalam keluarga.
Keteladanan menjadi faktor penting dalam mendidik anak, jika orang tua jujur, berakhlak mulia, menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan agama maka anak juga akan tumbuh dengan akhlak yang mulia.
Kebesaran Allah
Pada kesempatan lain, kak Mansyur meminta saya untuk membuka surah An Nahl ayat 68-69. Di situ Allah menggambarkan bahwa lebah adalah binatang yang ditakuti bisanya dan disukai madunya. Ini merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, karena dari kedua ayat tersebut kita bisa menarik hikmah yang besar dan dalam, bahwa kehidupan lebah mengajarkan kita bagaimana menjalani hidup dengan baik dan diridhai Allah.
Bagaimana lebah menjalani hidupnya? Lebah membuat sarang-sarang di bukit-bukit sebagai isyarat kepada manusia untuk memiliki jiwa yang merdeka, tidak tergantung pada pihak lain. Ini menandakan bahwa manusia harus membebaskan diri dari kegelapan.
Suatu waktu dalam suatu acara di Malino, kak Mansyur diminta untuk membacakan doa penutup. Bersamaan dengan itu terdengar suara katak dan anjing secara bergantian. Malam itu, seperti biasa Malino tetap dingin dan kak Mansyur melantunkan doa yang bunyinya” .. Segala puji bagi Allah yang telah mengafiatkan jasmani dan rohani kami, Ya Allah, kami memohon kebaikan malam ini dan kebaikan sesudahnya dan kami berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya.
Ya Rabbi, dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara katak dan lolongan anjing. Lindungi kami dari sifat-sifat buruk binatang itu.. Engkau tahu bahwTidak ada pekerjaan yang bisa disebut kecil, jika ia dikerjakan dengan kesungguhan besara katak adalah binatang yang sering disamakan dengan sifat-sifat buruk manusia yaitu ketika katak ingin melompat atau berpindah tempat matanya melotot atau melihat ke atas.
Tangan kiri dan kanan menyikut yang ada di sampingnya, dan kaki kiri dan kanannya menendang kebawah.. Ya Rabbi.. lindungi kami dari sifat buruk anjing-anjing itu. Engkau tahu bahwa anjing adalah binatang yang jika lapar akan menggonggong tiada henti tapi ketika diberi sepotong daging dia akan diam seribu bahasa.
Ya Allah, kami berlindung dari sifat malas dan sombong yang buruk..Amin” Sungguh banyak pelajaran hidup yang ditinggalkan almarhum untuk saya dan anak-anak, syukur pada Allah karena saya pernah mendampingi seorang laki-laki yang mencintai saya dengan tulus, dan penuh maaf, semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya, Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s