Satu di dalam perbedaan

SIKAP PRIMITIF DALAM GLOBALISASI


mendegar kata primitif pasti sudah tidak asing lagi bagi kehidupan kita bukan??
banyak yang beranggapan kalau primitif  itu adalah kuno, jadul, katro atau apalah
tapi kali ini primitif  yang akan  saya bahas tentang primitif dalam sikap dan prilaku.
harus kita aku di jaman yang modern bin ekspres ini masih ada saja orang -orang yang  selalu menyelesaikan masalahnya dengan sikap dan tidakan yang mencerminkan manusia primitif.
seperti kebanyakan remaja yang menyelesaikan masalahnya dengan adu jotos atau tawuran.Hari gini pake tawuran? kalau tawuran adu intelektual boleh-boleh aja tapi kalau tawuranya pakek otot? wah gak bgt dech!!!
Faktanya masih ada bahkan banyak remaja di luar sana yang masih terjerat dengan pemikiran ekstrim seperti ini.
Tak terkecuali mahasiswa yang sejatinya di harapkan bisa memberikan contoh sebagai cendikiawan yang membawa perubahan besar bagi negri ini untuk lebih baik lagi. Bagai mana tidak  sedikit-sedikit ada masalah antar fakultas ujung-ujungnya ribut sok ingin membuktikan siapa yang lebih kuat.
Saya kira kalau kita mau membuktikan siapa yang lebih baik, lebih kuat atau lebih-lebih yang lain!! saya rasa bukan dengan tawuran,tapi buktikan dengan intelektual yang kalian miliki.
Belum lagi kalau udah DEMO,ehmm pasti dech ujung-ujung nya rusuh.
Menurut saya untuk demo si boleh aja yang namanya juga kita lahir di negara demokratis ia ngak guys???
saya salut bagi teman mahasiswa masih mementingkan rakyat biar bagaimana juga, mahasiswa  punya tanggung jawab moral kepada rakyat. akan tetapi kalau ujung-ujung nya hanya rusuh, mending ngak usah demo, karna selain merusak moral kalian sendiri, kasihan orang-orang sekitar kalian, mau ber aktifitas malah terhalang dengan aksi primitif kalian.sudah kulia mahal-mahal ujung-ujungnya untuk demo doang,apa ngak kasihan ama orang tua?
Memang harus aku akui sangat sulit menjalankan kepercayaan orang tua kita tampa membuang kepercayaan rakyat indonesia.Dan segala sesuatu pasti ada resiko sebagai harga yang harus dibayar, tinggal bagaimana cara kita memandang suatu perubahan.  memang tidak mudah untuk kita menyampaikan aspirasi,tapi saya percaya mahasiswa indonesia masih banyak yang peduli akan hal ini dengan kemampuan intelektual yang hebat bisa membawa perubahan,
Dan sangat di sayangkan jika hanya tersalurkan lewat demonstrasi yang mudah di masuki oleh provokator yang bisa membuat masalah tambah runyam dan berakhir rusuh.

oleh : rahmat ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s