Satu di dalam perbedaan

Pohon-Pohon Rindu


sebuah cerita dalam  karangan Dul Abdul Rahman, sebuah Novel Pesona Hati yang bersih.

Berawal dari kisah pertemanan anton,  dayat, beddu kamase, Umar, dan hutbah. Anton, beddu dan dayat adalah anak yang terlahir dalam keluarga yang miskin tapi mempunyai kemauan yang keras dan cita-cita yang tinggi sedangkan umar dan khutbah.termasuk keluarga kaya yang tidak bercita-cita untuk kuliah, karena menurut mereka kuliah bukan jaminan masa depan, memang begitulah ‘paham’ kebanyakan orang di kampung Bikeru saat itu. Karena itu, Hutbah dan Umar bergabung ke kelompok Beddu supaya ada tempat menyontek bila ada tugas atau saat ujian. Gayung bersambut, karena Hutbah dan Umar menjadi sponsor pertemanan mereka. Hutbah yang anak pedagang kakao sukses punya dana taktis untuk mentraktir teman-teman mereka di warung sekolah setiap hari. Umar yang paling ditakuti di sekolah yang bertindak sebagai bodyguard kelompok. Hutbah yang paling kaya plus berwajah tampan dan juga seorang Playboy. pada waktu itu belum ada yang namanya Handphone jadi gaya berpacaranya melalui surat. Khutba sendiri sebenarnya anak yang selalu bergantung kepada beddu yang merupakan anak gembala dan petani miskin tapi terkenal oleh ke cerdasanya dalam merangkai kalimat maka dari itu khutba mengangkat beddu sebagai sekretaris pribadinya. Saat penerimaan siswa baru Hutbah jatuh cinta pada seorang siswi yang bernama Andi Masniar. Tapi malang bagi Beddu ketika ia membuat surat cinta untuk Hutbah, dia tidak sengajah  menuliskan namanya sendiri sehingga Andi Masniar mengembalikan surat cinta itu kepada Beddu dengan kasar dengan menyebut Beddu sebagai kumbang jelek. mungkin karena beddu juga ada rasa terhadap masniar, Peristiwa ini cukup menggemparkan seluruh sekolah. Beddu yang bintang sekolah ditolak cintanya mentah-mentah, padahal sebenarnya surat cinta itu milik Hutbah tapi dikonsep oleh Beddu. Peristiwa ini membuat Beddu sangat malu dan trauma jadi konseptor surat cinta lagi. Ia hanya fokus belajar. Suatu ketika mereka sepakat untuk membuat sebuah kelompok yang mereka namai dengan KOMPITA (kelompok pecinta alam).alasan terbentuknya kompita karena mereka prihatin dengan keadaan dari hutan-hutan yang tersebar di kota sinjai yang mulai rusak akibat pembalakan liar.selain itu terbentuknya kelompok ini adalahagar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang bisa menjerumuskan mereka ke hal-hal yang negatif. sejak  KOMPITA berdiri umar dan khutba perlahan dapat berubah lebih baik, khutba tidak suka lagi memacari adik kelasnya.pada saat pengumuman juara umum sma bikeru anton, nia dan beddu bersain memperebutkan juara umum dan membawa beddu sebagai juaranya,disinilah nia sadar bahwa penilainya selama ini terhadap beddu itu salah yang mengatakan beddu adalah kumbang jelek tetapi sebenarnya merupaka anak yang cerdas,dan di sini pula awal kektertarikan nia dan berbalik menyukai  beddu.

Keberadaan KOMPITA mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak. Setiap akhir pekan Kompita punya acara mengunjungi hutan-hutan serta tempat wisata sambil berkampanye “Save The Jungle! Save The World”(Selamatkan Hutan! Selamatkan Dunia). sehinga banya dari siswa dan siswi ingin masuk dalam kelompok  KOMPITA tak terkecuali nia,  Awalnya Beddu tidak senang Nia masuk anggota Kompita, tapi Umar sebagai ketua KOMPITA menerimanya. Sesungguhnya Nia masuk anggota Kompita karena ingin dekat dengan Beddu, Nia juga baru mengetahui  bahwa selain cerdas Beddu sebenarnya banyak dipuja oleh banyak siswi karena menjadi bintang sekolah yang menguasai Bahasa Inggris, juga pemimpin redaksi mading sekolah yang tulisan-tulisannya menggugah. Tapi niat Nia tidak mendapat respon dari Beddu karena Beddu terlanjur menulis di ranselnya “No Time For Love”. Tapi Beddu tetap berjiwa besar dan menerima kehadiran Nia dalam kelompok Kompita. Sejak bergabungnya Nia di KOMPITA, teman-temannya selalu menjodoh-jodohkan Beddu dengan Nia. Dan meski belum mau pacaran, rupanya Beddu senang bila dijodoh-jodohkan. Sebenarnya Beddu memang jatuh hati kepada Nia dan memang Nia adalah perempuan yang pertama kali membuatnya jatuh hati. Hutbah juga sangat ingin Beddu dan Nia berpacaran. Rupanya Hutbah rela tidak mengejar Nia karena ia tahu Beddu memang menyukai Nia, apalagi Hutbah memang sudah tak mau pacaran lagi. Bukan hanya karena sudah bertekad tak mau pacaran dulu dan hanya fokus belajar membuat Beddu menjauhi Nia. Tapi Beddu sadar, dirinya dengan Nia sangat jauh perbedaan. Nia adalah putri dari bangsawan sekaligus anak pensiunan pejabat yang kaya, sedangkan Beddu berasal dari keluarga biasa-biasa saja sekaligus miskin. Rupanya Nia bercerita kepada orang tuanya tentang Beddu, bintang sekolah sekaligus konseptor KOMPITA. Kedua orang tua Nia sangat senang dengan Beddu. Meskipun tidak berpacaran, tapi Nia dan Beddu akhirnya berteman baik laiknya adik kakak. Barulah Beddu dan Nia resmi sebagai pasangan kekasih ketika Beddu tamat dari SMU Bikeru dan akan melanjutkan kuliah di Makassar. Hubungan cinta mereka diresmikan di Bukit Bulu Paccing, mereka berdua berjabat tangan dan berjanji akan saling mencintai dan menjaga. Mereka sengaja memilih Bukit Bulu Paccing dengan alasan cinta keduanya disimbolkan sebagai hutan dan pepohonan. Bila mereka rindu pada pasangan masing-masing maka cukuplah menatap pepohonan, dan bila salah satu dari mereka berkhianat maka sama halnya mereka menebang pepohonan. Nia yang akhirnya terpilih menjadi ketua KOMPITA bersumpah demi cintanya pada Beddu untuk menjaga hutan di Sinjai. Beddu pun begitu, demi cintanya pada Nia, ia akan menjaga hutan dan pepohonan dimana pun mereka berada. KOMPITA dibawah kepemimpinan Nia semakin maju, bahkan Nia membuat jargon KOMPITA yang lebih visioner karena Nia mengidentikkan hutan dan alam adalah perempuan. Nia berdalih dengan menyebut istilah “Ibu Kota” “Ibu Pertiwi” Sehingga hutan harus dijaga. Nia membuat istilah “SAVE THE MOTHER! SAVE THE MOTHERLAND”(JAGA IBU! JAGA IBU PERTIWI!). Kelima berteman, Beddu, Anton, Dayat, Umar dan Hutbah akhirnya kuliah di Makassar. Umar dan Hutbah akhirnya kuliah karena dorongan teman-temannya. Meski mereka kuliah di kampus berbeda, pun berbeda jurusan tetapi mereka tetap merasa sebagai anggota KOMPITA yang peduli pada hutan. Suatu hari tiba-tiba Beddu mendapat telepon dari Nia di Sinjai agar Beddu pulang kampung. Sejak kuliah Beddu memang belum pernah pulang ke Sinjai. Beddu berencana pulang kampung setelah final test, tapi nada bicara Nia yang terus merajuk membuat Beddu tidak tenang dan akhirnya ia pulang kampung. Kepulangan Beddu ke Sinjai karena memang juga sudah sangat kangen pada kedua orang tuanya sekaligus kangen pada Nia. Tapi manusia berencana, Tuhan yang menentukan.Nia menemui ajalanya akibat kangker darah yang dideritanya.sontak kabar ini membuat beddu kamase bagaikan tersambar petir di siang bolong.sadar akan kepergian nia beddu sudah mengiklaskan kepergian seorang wanita yang sampai kapan pun akan melekat dihati beddu,bahkan beddu ber ihktiar atas nama nia,jika suatu saat dia harus menjaga dan kekasihnya kelak seperti apa yang dilakukannya terhadap nia.

DI dalam novel ini banyak pesan-pesan yang tersampaikan bai itu tentang cinta, nasionalis, dan patriot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s